Loading Aptana

Ini Dia Contoh Mobile Marketing di Indonesia

Ini-Dia-Contoh-Mobile-Marketing-di-Indonesia

Mobile marketing saat ini menjadi hal yang wajib bagi para pebisnis. Selain meningkatkan brand awareness,  mobile marketing diyakini mampu meningkatkan revenue sebuah bisnis. Hal ini tidak lepas dari banyaknya pengguna mobile di dunia, bahkan di Indonesia. Ditambah kebanyakan pengguna internet mengaksesnya menggunakan perangkat mobile. Statista bahkan memerkirakan pengguna mobile di tahun 2025 mencapai 18 miliar pengguna.

Di dunia konsumen yang selalu online, campaign iklan yang baik perlu berfokus pada perangkat yang digunakan oleh audiens. Sehingga para pebisnis saat ini berfokus dalam mengembangkan sebuah strategi marketing, yang user-mobile friendly untuk meningkatkan brand recognition dan menghasilkan revenue yang lebih tinggi. Maka terciptalah yang disebut sebagai mobile marketing.

Apa itu Mobile Marketing?

Mobile marketing adalah segala bentuk pemasaran yang dibuat khusus untuk perangkat mobile. Mobile marketing menggunakan fitur teknologi modern untuk menyesuaikan campaign yang sedang dijalankan. Cakupan mobile marketing sendiri berupa promosi yang dikirim melalui SMS/MMS, aplikasi yang diunduh menggunakan push notifications, melalui pemasaran dalam aplikasi atau dalam game, melalui situs web seluler, atau dengan melalui Quick Response Code (QR Code) dan lain sebagainya yang ada pada perangkat mobile.

Mobile marketing  menggunakan beberapa layanan dan informasi data seperti lokasi data, buyer persons, hal yang disenangi konsumen hingga kebiasaan mereka dan sebagainya. 

Baca juga: Bagaimana Memulai Stratgei Mobile Marketing yang Tepat?

Contoh Mobile Marketing di Indonesia

Perusahaan di Indonesia saat ini telah banyak yang memanfaatkan mobile marketing sebagai strateginya. Salah satunya adalah Gojek. Perusahaan teknologi ini awalnya hanya melayani jasa angkutan melalui ojek. Bedanya dengan ojek biasa adalah sistem pengorderannya yang menggunakan telepon seluler. Namun saat ini, Gojek tidak hanya menjadi perusahaan penyedia layanan angkutan saja, Gojek telah berevolusi menjadi on-demand service yang menghadirkan berbagai macam solusi dalam satu aplikasi. Sekarang Gojek menyediakan layanan antar pesan makan dengan Gofood, belanja bulanan dengan Gomart, pemesanan tiket dengan Gotix, Gojek bahkan bekerjasama dengan beberapa brand atau perusahaan lain untuk menyediakan layanan dalam aplikasi Gojek, seperti Halodoc, Tokopedia dan lain sebagainya.

.contoh mobile marketing

Contoh lain dari pemanfaatan mobile marketing adalah LinkAja. LinkAja merupakan perusahaan milik negara yang menghadirkan layanan keuangan digital atau e-money. LinkAja memanfaatkan QR code untuk transaksinya. Dalam hal ini, LinkAja membangun QR code sendiri bernama QRIS. Melalui QR code ini, pelanggan akan lebih mudah dan cepat untuk melakukan suatu transaksi.

Cara Kerja Mobile Marketing

Mobile marketing dapat mencakup promosi yang dikirim melalui pesan teks SMS, pesan multimedia MMS, melalui aplikasi yang diunduh menggunakan push notification, melalui pemasaran dalam aplikasi atau dalam game, melalui situs web seluler, atau dengan menggunakan perangkat seluler untuk memindai kode QR. Selain itu, mobile marketing memiliki sistem kedekatan dan layanan berbasis lokasi yang dapat memperingatkan pengguna berdasarkan lokasi geografis atau kedekatan dengan penyedia layanan.

Baik perusahaan besar maupun kecil saat ini membutuhkan yang namanya mobile marketing, sebab perangkat seluler ada dimana-mana. Perlu diketahui jika pemegang peran di bidang ini adalah sebuah merek (dan perusahaan yang mereka wakili melalui iklan), dan juga penyedia layanan yang memungkinkan periklanan seluler.

Mobile marketing menargetkan audiens tidak begitu banyak berdasarkan demografi. Meskipun demografi berperan, akan tetapi mobile marketing menargetkan berdasarkan perilaku. Satu perilaku penting dalam ruang mobile marketing yang dikenal sebagai “ngemil”, yaitu ketika pengguna perangkat seluler masuk ke media atau pesan untuk waktu yang singkat.

Dalam mobile marketing, perangkat (terutama ukuran layar) memang membuat perbedaan respon antara pengguna ponsel cerdas dan tablet terhadap mobile marketing. Misalnya, pengguna ponsel cerdas cenderung menganggap konten informatif sebagai yang paling relevan, sebaliknya pengguna tablet cenderung terpikat oleh iklan interaktif yang menampilkan presentasi multimedia dengan gambar yang menarik (pesan konten menjadi perhatian sekunder).

Jenis-jenis Mobile Marketing

Setidaknya ada 6 jenis-jenis strategi mobile marketing yang bisa Anda gunakan:

1. Pemasaran melalui SMS/MMS

Jenis mobile marketing melalui SMS/MMS ini menjadi konsep awal yang masih banyak digunakan hingga saat ini. 

2. App-based Marketing.

App-based marketing saat ini menjadi jenis mobile marketing yang paling sering dijumpai di ponsel cerdas. Tujuannya untuk menarik sebanyak mungkin orang menggunakan aplikasi tersebut.

3. Pemasaran In-games

Seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang, games saat ini dibuat semakin canggih dan interaktif untuk para pemainnya. Ada berbagai macam bentuk iklan dalam in-games marketing seperti spanduk iklan (banner pop-ups), iklan dengan gambar penuh (full-image ads), atau bahkan iklan dalam bentuk video (video ads).

4. Pemasaran QR Code

Kode QR (Quick Responses) merupakan  kode batang yang dapat dibaca oleh smartphone dengan kamera. Cara kerjanya adalah pengguna akan diarahkan ke suatu website ketika mereka mengambil gambar kode QR-nya.

5. Location Based-Advertising

Sesuai namanya, location based marketing (LBA) atau pemasaran berbasis lokasi merupakan strategi pemasaran langsung yang penyebarannya dilakukan dengan menargetkan lokasi tertentu dengan memanfaatkan fitur GPS.

6. Search Ads

Ketika Anda sedang mengetik keyword tertentu pada Google atau website lain yang muncul tidak hanya hasil pencarian, tapi juga sering kali muncul ekstensi tambahan seperti klik untuk panggil (click to call) atau peta (maps). Hal inilah yang disebut sebagai search ads.

Baca juga: Mengenal Mobile Marketing dan Manfaatnnya untuk Bisnis Anda

Apa Saja Tantangan yang Dihadapi Para Pelaku Mobile Marketing?

1. Dianggap Mengganggu

Meskipun pengguna smartphone atau tablet sangat aktif dan sering beraktivitas di ponsel mereka, namun ternyata kemunculan iklan terus-menerus di ponsel dapat membuat penggunanya risih dan merasa terganggu. Oleh karena itu, penting untuk sebuah perusahaan membuat sebuah iklan yang akan dijalankan pada mobile marketing menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens.

2. Mudah Diunduh dan Dihapus

Meski sebuah aplikasi mobile sangat mudah untuk diunduh di perangkat. Namun kemudahan mengunduh itu juga beriringan dengan mudahnya konsumen untuk menghapusnya jika aplikasi tersebut dianggap sudah tidak layak lagi atau sudah membosankan. Hal inilah yang menjadi salah satu tantangan besar ketika menggunakan strategi mobile marketing

3. Isu Privasi Data

Tantangan dalam mobile marketing selanjutnya adalah terkait isu privasi tentang bagaimana data yang dikumpulkan oleh perangkat yang digunakan. Sebab, saat ini banyak data  yang disalahgunakan, pencurian data atau untuk mengirim

Apakah perusahaan Anda memiliki hak untuk mengumpulkan data tersebut tanpa persetujuan eksplisit atau tidak? Terkadang, pelacakan lokasi dan pergerakan individu dianggap terlalu melewati batas oleh beberapa orang. 

Ingin Menerapkan Strategi Mobile Marketing?

Persaingan bisnis di era digital saat ini tidak hanya membutuhkan strategi khusus dalam melakukan pemasaran, tapi juga perlu diikuti dengan hadirnya inovasi baru dalam hal marketing, terutama dalam hal mobile marketing. Jika Anda mampu mengenal lebih dalam mengenai pemasaran online ataupun mobile, maka bisnis Anda akan mampu menciptakan inovasi pemasaran dengan yang hasil yang maksimal.

Sebagai marketing and advertising company, Aptana hadir berbagai macam solusi untuk bisnis Anda, termasuk solusi strategi mobile marketing. Dengan tim yang memiliki pengalaman dan kemampuan yang  Konsultasi gratis sekarang di sini.

Cari tahu bagaimana Aptana membantu
promosi anda

Jadwalkan Demo Layanan